Dari Penerima Bantuan Menjadi Simbol Kemandirian
Baznas Belitung Timur dan Kementerian Agama Belitung Timur Lanjutkan Program Pemberdayaan, Hadirkan Reward Usaha untuk Pedagang Sate Warga Desa Mayang
27/04/2026 | YuArt MediaBelitung Timur, 27 April 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Belitung Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program bantuan produktif. Pada Senin (27/4/2026) pukul 10.30 WIB, Baznas Belitung Timur yang dipimpin oleh Ketua Edi Febrianto bersama Wakil Ketua I Irwansyah dan jajaran, didampingi oleh Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur melalui Nely Siswati, S.Ag selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf, melaksanakan penyerahan bantuan lanjutan kepada Homsa, seorang warga Desa Mayang yang berprofesi sebagai penjual sate ayam.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari bantuan sebelumnya yang telah diberikan pada Oktober 2025. Bantuan kali ini memiliki makna khusus, yakni sebagai bentuk apresiasi (reward) atas konsistensi, komitmen, serta keikhlasan Homsa dalam menjalankan usahanya sekaligus kesediaannya untuk mengembalikan bantuan yang telah diterima secara bertahap selama kurang lebih enam bulan.
Adapun bantuan yang diberikan berupa peralatan pendukung usaha, yaitu freezer dan tusuk sate. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat keberlangsungan usaha Homsa. Dengan adanya freezer, Homsa kini dapat menyimpan bahan baku lebih baik dan mengatur produksi secara lebih efisien.
Acara diawali dengan sambutan dari Nely Siswati, S.Ag yang menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui zakat produktif. Selanjutnya, Kepala Desa Mayang, Guna Hendra Jaya, turut memberikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada warganya. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Baznas Belitung Timur, Edi Febrianto, yang menegaskan bahwa program ini bukan hanya sebatas bantuan, tetapi juga bagian dari pembinaan berkelanjutan agar penerima manfaat dapat mandiri secara ekonomi.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis setelah rangkaian sambutan. Baznas Belitung Timur dan Kementerian Agama Belitung Timur menilai bahwa Homsa merupakan contoh penerima manfaat yang layak diapresiasi karena telah menunjukkan perkembangan usaha yang signifikan. Saat ini, usaha sate ayam miliknya telah berkembang dengan baik, bahkan mampu menerima pesanan untuk berbagai acara hajatan. Dalam satu hari, ia dapat menjual kurang lebih 500 tusuk sate.
Melalui program pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, diharapkan usaha Homsa dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarganya. Selain itu, tidak menutup kemungkinan ke depan Homsa dapat bertransformasi menjadi muzaki atau pihak yang turut berkontribusi dalam berinfak melalui Baznas Belitung Timur.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat yang tepat sasaran tidak hanya membantu secara sesaat, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian dan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Bzanas Belitung Timur bersama Kementerian Agama Belitung Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang serta menumbuhkan semangat berbagi dalam kehidupan bermasyarakat.